Apakah si Kecil Sudah Menerima Semua Vaksin Wajib?
Bunda, pernahkah terpikir, di balik setiap tangisan kecil saat disuntik, ada perlindungan besar yang sedang Ibu berikan?
Imunisasi bukan sekadar kewajiban, tapi wujud cinta paling murni. Ia adalah pelukan tak terlihat yang menjaga si Kecil dari bahaya yang bahkan tak bisa mereka pahami.
Di tengah gempuran informasi yang simpang siur, tak mudah untuk selalu yakin bahwa kita sudah melakukan yang terbaik. Tapi hari ini, mari kita duduk sejenak dan bertanya:
“Apakah si Kecil sudah menerima semua vaksin wajib untuk perlindungan optimalnya?”
Imunisasi: Perlindungan Dasar dari Hari Pertama Kehidupan
Bayi lahir ke dunia dengan sistem imun yang belum sempurna. Maka, vaksin menjadi jembatan penting untuk membantu tubuh kecilnya belajar melawan penyakit serius seperti polio, campak, TBC, hepatitis B, difteri, hingga pneumonia dan meningitis.
Menurut Kementerian Kesehatan RI dan WHO, imunisasi terbukti mencegah 4–5 juta kematian anak setiap tahun di seluruh dunia. Di Indonesia, pemerintah telah menetapkan 14 antigen wajib sebagai bagian dari Program Imunisasi Nasional. Dan kabar baiknya, semuanya tersedia gratis di puskesmas dan fasilitas kesehatan pemerintah.
Vaksin bukan hanya untuk sekarang. Ia adalah investasi kesehatan jangka panjang. Ibarat tabungan kekebalan, manfaatnya akan terus melindungi si Kecil hingga dewasa.
Ibu yang Peduli Bukan Harus Tahu Segalanya, Tapi Berani Mencari Jawabannya
Tak apa jika Ibu masih punya keraguan, masih bingung jadwalnya, atau khawatir efek sampingnya. Itu justru tanda cinta: karena Ibu ingin memastikan semuanya aman dan terbaik untuk anak.
Kami di kuinginsehat.id percaya: Ibu yang bertanya adalah Ibu yang luar biasa.
Artikel ini hadir untuk membantu Ibu menavigasi semuanya dengan tenang: dari daftar vaksin wajib yang sudah diperbarui, jadwal pemberiannya, hingga solusi jika ada yang terlewat.
Mari kita mulai perjalanan ini bersama. Karena imunisasi bukan hanya soal jarum dan suntikan — tapi tentang keberanian seorang Ibu menjaga masa depan anaknya.
Langkah Selanjutnya:
- Simak daftar lengkap vaksin wajib dan jadwalnya di bagian berikutnya
- Siapkan kartu imunisasi anak untuk mengecek yang sudah dan belum
- Jangan ragu berkonsultasi ke puskesmas jika ada jadwal yang terlewat
Mengapa Imunisasi Wajib Itu Penting?
Imunisasi bukan hanya soal mencegah anak sakit. Ia adalah fondasi kesehatan masyarakat. Sebuah perlindungan sistematis, ilmiah, dan terbukti mampu menyelamatkan jutaan nyawa.
1. Mencegah Penyakit-Penyakit Berbahaya Sejak Dini
Tanpa vaksinasi, anak-anak berisiko tinggi terkena penyakit serius yang bisa berdampak seumur hidup atau bahkan menyebabkan kematian. Beberapa di antaranya:
- Polio → Menyebabkan kelumpuhan permanen, terutama pada anak usia di bawah 5 tahun. Indonesia sempat dinyatakan bebas polio, namun kasus baru muncul kembali di Aceh pada 2022.
- Campak & Rubella (MR) → Dapat menimbulkan komplikasi seperti radang paru (pneumonia), radang otak (ensefalitis), hingga kematian. Bayi dan balita adalah kelompok paling rentan.
- Difteri → Penyakit yang menyerang tenggorokan dan sistem pernapasan. Kasus Kejadian Luar Biasa (KLB) sempat terjadi di Indonesia pada 2017–2018, dengan angka kematian cukup tinggi.
- TBC (Tuberkulosis) → Masih jadi masalah kesehatan utama di Indonesia. Vaksin BCG diberikan sejak lahir untuk melindungi bayi dari TBC berat seperti meningitis TB dan TB milier.
Hepatitis B, Hib, Pneumonia, Pertusis (batuk rejan) → Semuanya termasuk dalam imunisasi dasar lengkap, karena bisa menimbulkan infeksi berat dan komplikasi serius pada anak.
2. Membentuk Herd Immunity: Melindungi Lebih dari Sekadar Anak Kita
Herd immunity (kekebalan kelompok) terjadi ketika cukup banyak orang dalam suatu komunitas memiliki kekebalan terhadap penyakit menular, sehingga penyebarannya bisa dihentikan.
Dengan cakupan vaksinasi tinggi:
- Anak-anak yang terlalu muda untuk divaksin, atau yang memiliki kondisi medis khusus (seperti leukemia atau imunosupresi), tetap terlindungi secara tidak langsung.
- Risiko wabah menurun drastis.
- Perlindungan kolektif terbentuk, termasuk bagi lansia dan kelompok rentan lainnya.
3. Vaksinasi Terbukti Menyelamatkan Jutaan Nyawa
Berikut data valid dan terpercaya mengenai dampak vaksinasi:
- Imunisasi mencegah 2–3 juta kematian anak setiap tahun di seluruh dunia berkat pencegahan penyakit-penyakit seperti campak, tetanus, pertusis, dan lainnya.
- Di Indonesia, data Riskesdas dan laporan Kemenkes menunjukkan bahwa provinsi dengan cakupan imunisasi dasar lengkap yang tinggi memiliki angka kejadian penyakit menular yang lebih rendah.
- Setelah program vaksin campak & rubella (MR) digencarkan di sekolah-sekolah, angka kejadian campak menurun hingga 80% di beberapa daerah.
4. Vaksin = Investasi Kesehatan Terbaik untuk Masa Depan
Vaksinasi adalah langkah pencegahan yang:
- Lebih murah dibanding biaya pengobatan jika anak sakit berat
- Menghindarkan kehilangan waktu produktif orang tua dan anak
- Memberikan ketenangan pikiran bagi keluarga
Menurut WHO, setiap 1 dolar AS yang diinvestasikan untuk imunisasi menghasilkan manfaat ekonomi hingga 44 dolar AS, baik dari sisi produktivitas, penghematan biaya pengobatan, hingga kualitas hidup (Sumber: WHO Health Returns on Investment in Immunization).
Langkah Selanjutnya:
- Lanjutkan membaca untuk melihat jadwal lengkap vaksin wajib anak
- Cek kartu imunisasi si Kecil untuk memastikan semua vaksin dasar telah diberikan
Jika Ibu peduli, maka vaksin adalah bentuk kepedulian yang nyata.
Bukan hanya untuk hari ini, tapi untuk masa depan si Kecil dan komunitas di sekitarnya.
Jenis & Jadwal Vaksin Wajib untuk Anak (0–18 Tahun)
Program Imunisasi Nasional: 14 Antigen Wajib
Pemerintah Indonesia melalui Program Imunisasi Nasional menetapkan 14 jenis antigen vaksin yang harus diberikan kepada anak sejak lahir hingga usia sekolah. Tujuannya jelas: mencegah penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi (PD3I) dan mengurangi angka kesakitan serta kematian anak.
Antigen wajib ini meliputi:
- Hepatitis B
- BCG (Tuberkulosis)
- Polio (OPV/IPV)
- DPT (Difteri, Pertusis, Tetanus)
- Hib (Haemophilus influenzae tipe b)
- Campak/MR (Measles-Rubella)
- PCV (Pneumokokus)
- Rotavirus
- DT/Td (Difteri-Tetanus untuk usia sekolah)
- HPV (Human Papillomavirus, untuk siswi SD)
11–14. Booster dari vaksin dasar di atas sesuai jadwal
Jadwal Imunisasi Dasar Lengkap
Berikut jadwal resmi dari IDAI 2023 dan Kemenkes RI untuk anak usia 0–18 tahun:
| Usia Anak | Vaksin | Penyakit yang Dicegah |
| 0 bulan | Hepatitis B-0 | Hepatitis B kronis, sirosis, kanker hati |
| 0 – 1 bulan | BCG | TBC berat (meningitis TB, TB milier) |
| 2 bulan | DPT-HB-Hib 1, Polio 1, Rotavirus 1, PCV 1 | Difteri, pertusis, tetanus, hepatitis B, meningitis Hib, polio, diare rotavirus, pneumonia |
| 3 bulan | Polio 2, Rotavirus 2 | Polio, diare rotavirus |
| 4 bulan | DPT-HB-Hib 2, Polio 3, Rotavirus 3 (bila vaksin 3 dosis), PCV 2 | PD3I yang sama |
| 6 bulan | DPT-HB-Hib 3, Polio 4 (IPV), Campak/MR 1 | Difteri, pertusis, tetanus, hepatitis B, polio, campak, rubella |
| 9 bulan | Campak/MR 1 (jika belum) | Campak, rubella |
| 12 bulan | PCV 3 | Pneumonia, meningitis akibat pneumokoku |
| 15–18 bulan | DPT-HB-Hib booster, Polio booster, Campak/MR booster | Perlindungan lanjutan PD3I |
Usia Sekolah
- SD kelas 1: DT, Campak/MR
- SD kelas 2 & 5: Td (booster tetanus-difteri)
- HPV: Diberikan pada siswi kelas 5–6 SD untuk pencegahan kanker serviks
Penjabaran Per Vaksin
- Hepatitis B → Melindungi dari infeksi hati yang berpotensi kronis dan mematikan. Diberikan pertama kali dalam 24 jam setelah lahir.
- BCG → Melindungi dari bentuk TBC berat pada anak. Diberikan 0–1 bulan.
- Polio (OPV/IPV) → Mencegah kelumpuhan permanen akibat virus polio.
- DPT-HB-Hib → Kombinasi yang melindungi dari 6 penyakit mematikan (difteri, pertusis, tetanus, hepatitis B, meningitis Hib).
- Campak/MR → Cegah campak dan rubella yang bisa sebabkan komplikasi serius seperti radang otak.
- PCV → Mencegah pneumonia dan meningitis akibat bakteri pneumokokus.
- Rotavirus → Mencegah diare berat yang sering memicu dehidrasi pada bayi.
- HPV → Mencegah kanker serviks, salah satu penyebab kematian tertinggi pada perempuan.

Catatan Penting untuk Ibu:
- Semua vaksin wajib tersedia gratis di fasilitas kesehatan pemerintah.
- Jika jadwal terlewat, segera lakukan imunisasi kejar.
- Simpan buku KIA sebagai bukti dan panduan untuk dosis berikutnya.
Imunisasi Tambahan: Perlukah Diberikan?
Bedanya Vaksin Wajib dan Tambahan
- Vaksin wajib → Bagian dari Program Imunisasi Nasional Kemenkes RI. Disediakan gratis di puskesmas, posyandu, dan fasilitas kesehatan pemerintah. Wajib diberikan untuk mencapai cakupan kekebalan nasional terhadap 14 antigen PD3I (Penyakit yang Dapat Dicegah Dengan Imunisasi).
- Vaksin tambahan → Tidak masuk program pemerintah, tetapi direkomendasikan Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) dan lembaga kesehatan internasional seperti WHO untuk perlindungan yang lebih luas. Biasanya tersedia di rumah sakit atau klinik swasta, dan biayanya ditanggung mandiri (atau oleh asuransi bila ada manfaat perlindungan vaksin).
Jenis-jenis Vaksin Tambahan yang Sering Direkomendasikan
- Varicella (Cacar Air)
- Mencegah: Infeksi varicella-zoster yang menyebabkan cacar air, komplikasi seperti infeksi kulit berat atau pneumonia.
- Waktu pemberian: Usia ≥12 bulan, 1–2 dosis.
- Tifoid (Demam Tifus)
- Mencegah: Infeksi Salmonella typhi, penyebab demam tifus yang umum di Indonesia.
- Waktu pemberian: Usia ≥2 tahun, booster tiap 3 tahun bila berisiko tinggi.
- Influenza (Flu)
- Mencegah: Infeksi influenza musiman yang dapat menyebabkan komplikasi berat pada balita dan orang dengan penyakit kronis.
- Waktu pemberian: Setiap tahun mulai usia ≥6 bulan.
- Hepatitis A
- Mencegah: Hepatitis A akut akibat makanan/minuman terkontaminasi.
- Waktu pemberian: Usia ≥1 tahun, 2 dosis dengan jarak 6–12 bulan.
- Dengue (Dengvaxia® – untuk wilayah tertentu)
- Mencegah: Infeksi dengue berat (DBD) pada anak yang sudah pernah terinfeksi dengue.
- Waktu pemberian: Usia 9–16 tahun di daerah endemis, setelah pemeriksaan antibodi.
- Meningokokus
- Mencegah: Meningitis bakteri akibat Neisseria meningitidis.
- Waktu pemberian: Sebelum bepergian ke negara dengan kasus tinggi (misal haji/umrah).
Nilai Tambah Imunisasi Tambahan
- Perlindungan lebih luas: Mencegah penyakit yang tidak tercakup dalam imunisasi dasar nasional.
- Mengurangi risiko wabah di komunitas tertentu (misalnya sekolah berasrama).
- Memberi ketenangan bagi keluarga yang sering bepergian atau tinggal di daerah dengan risiko penyakit tertentu.
- Mengurangi beban biaya di masa depan: Pencegahan jauh lebih murah daripada biaya perawatan penyakit berat.
Catatan Penting untuk Ibu:
Jika vaksin tambahan belum diberikan, bukan berarti Ibu salah. Prioritaskan imunisasi dasar lengkap terlebih dahulu. Setelah itu, diskusikan dengan dokter anak untuk menentukan vaksin tambahan yang paling sesuai dengan kondisi, riwayat kesehatan, dan lingkungan si Kecil.
Vaksinasi untuk Remaja & Dewasa: Jangan Terlupakan!
Menjaga imunisasi tidak berhenti saat anak lulus SD. Remaja dan orang dewasa — termasuk calon pengantin, ibu hamil, lansia, dan pasien dengan penyakit kronis — tetap membutuhkan vaksin untuk mencegah penyakit berat, melindungi keluarga, dan memenuhi persyaratan tertentu (misalnya haji/umrah). Di bawah ini ringkasannya, lengkap dengan rujukan terpercaya.
1. HPV untuk Remaja Perempuan (Melalui Sekolah & Fasilitas Kesehatan)
- Siapa yang disasar: Utamanya siswi kelas 5 dan 6 SD/MI melalui program Bulan Imunisasi Anak.
- Sekolah (BIAS); anak yang tidak bersekolah tetap dijangkau lewat posyandu/puskesmas.
- Tujuan: Mencegah infeksi HPV penyebab kanker leher rahim di masa depan. Program nasional telah diperluas agar cakupan makin merata.
- Catatan praktik: Jadwal BIAS menetapkan HPV pada Agustus (umumnya 2 dosis, interval 6–12 bulan, mengikuti juknis daerah). Pastikan sekolah/RT setempat memberi info jadwal, atau datangi puskesmas bila anak tidak bersekolah.
2. TT/Td untuk Ibu Hamil dan Calon Pengantin
- Mengapa penting: Vaksin yang mengandung Tetanus Toxoid (TT/Td) melindungi ibu dan bayi dari tetanus; wanita usia subur (WUS) dianjurkan melengkapi TT sebelum hamil.
- Saat hamil: Rekomendasi klinis menekankan pemberian Tdap di setiap kehamilan (usia kehamilan 27–36 minggu) untuk melindungi bayi dari pertusis sejak lahir. Konsultasikan ketersediaannya di fasilitas kesehatan Anda.
3. Influenza dan PCV untuk Lansia / Pasien Kronis
- Influenza (flu): Vaksin flu tahunan direkomendasikan terutama bagi lansia dan kelompok risiko (penyakit jantung, paru, diabetes, dll.), karena strain virus berubah setiap tahun.
- Pneumokokus (PCV): Vaksin pneumokokus membantu mencegah pneumonia berat dan infeksi invasif. Rekomendasi klinis nasional menyarankan PCV pada dewasa ≥50 tahun atau dewasa dengan kondisi risiko; skema disesuaikan (PCV20 dosis tunggal atau PCV15 diikuti PPSV23 sesuai interval). Diskusikan pilihan vaksin yang tersedia di Indonesia dengan dokter.
4. Meningitis untuk Calon Jemaah Haji/Umrah
- Kewajiban dokumen perjalanan: Vaksin meningokokus (MenACWY) kembali disyaratkan bagi jemaah haji/umrah; bukti vaksinasi diperlukan saat pengurusan keberangkatan. Cek masa berlaku sertifikat internasional (ICV).
5. Booster Dewasa (Tetanus, Hepatitis B, COVID‑19, dll.)
- Tetanus/difteri/pertusis: Setelah seri dasar lengkap, booster Td/Tdap tiap 10 tahun dianjurkan untuk menjaga kekebalan.
- Hepatitis B: Dewasa yang belum pernah vaksin atau statusnya tidak jelas dianjurkan menyelesaikan seri vaksin sesuai skema dewasa. (Ketersediaan dan skema dapat bervariasi; ikuti anjuran fasilitas kesehatan setempat.)
- COVID‑19: Pemerintah menegaskan vaksinasi COVID‑19 tetap difasilitasi untuk kelompok rentan; rekomendasi klinis menganjurkan booster lanjutan terutama pada lansia/komorbid, tenaga kesehatan, dan ibu hamil, mengikuti penetapan Kemenkes serta ketersediaan jenis vaksin terbaru.
Jika Terlambat Imunisasi: Solusi Bagi Ibu
Ibu tidak perlu merasa bersalah jika ada jadwal imunisasi si Kecil yang terlewat. Menurut Kementerian Kesehatan RI dan Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), anak tetap bisa mendapatkan vaksin walau melewati jadwal asalkan mengikuti panduan imunisasi kejar (catch-up immunization). Kekebalan memang akan optimal bila vaksin diberikan sesuai jadwal, tetapi pemberian di usia yang lebih tua tetap bermanfaat untuk melindungi dari penyakit.
Panduan Catch-Up Immunization (Imunisasi Kejar)
Imunisasi kejar dilakukan untuk melengkapi vaksin yang belum diterima anak sesuai usianya. Prinsip umum dari panduan IDAI 2023:
- Tidak perlu mengulang dari awal → Lanjutkan vaksinasi sesuai dosis yang belum diberikan, dengan memperhatikan interval minimal antar dosis.
- Semua vaksin dasar wajib tetap diberikan selama anak masih dalam rentang usia layak untuk vaksin tersebut.
- Prioritaskan vaksin untuk penyakit berisiko tinggi seperti campak/MR, DPT-HB-Hib, polio, dan BCG.
- Gunakan buku KIA atau catatan imunisasi sebelumnya sebagai panduan.
Catatan Penting untuk Ibu: Bawa seluruh catatan imunisasi anak saat ke puskesmas/klinik agar petugas dapat menyusun jadwal kejar yang tepat.
Konsultasi ke Puskesmas atau Dokter
Setiap anak memiliki kondisi kesehatan dan riwayat vaksinasi yang berbeda. Oleh karena itu:
- Datangi puskesmas, posyandu, atau klinik untuk mendapatkan penilaian dan jadwal imunisasi kejar yang sesuai.
- Diskusikan dengan dokter anak jika si Kecil memiliki riwayat alergi berat, penyakit kronis, atau kondisi khusus lainnya.
- Manfaatkan program imunisasi gratis di fasilitas pemerintah untuk melengkapi vaksin dasar yang terlewat.
Melengkapi Imunisasi = Perlindungan Sepanjang Hayat
Imunisasi Bukan Hanya untuk Anak
Imunisasi memang sering dikaitkan dengan bayi dan balita, tetapi manfaatnya meluas hingga remaja, dewasa, dan lansia. Kementerian Kesehatan RI menegaskan bahwa vaksinasi pada semua kelompok usia membantu mencegah penyakit menular, menurunkan risiko wabah, dan melindungi mereka yang rentan, termasuk lansia dan orang dengan penyakit kronis.
WHO juga mengingatkan bahwa kekebalan dari beberapa vaksin dapat berkurang seiring waktu, sehingga booster perlu dilakukan di usia dewasa untuk mempertahankan perlindungan.
Ibu Sudah Membuat Keputusan Terbaik
Bunda, setiap kali Ibu membawa si Kecil ke posyandu, puskesmas, atau klinik untuk imunisasi, Ibu sedang mengatakan:
“Aku melindungimu hari ini, untuk masa depanmu esok.”
Keputusan Ibu melengkapi imunisasi adalah langkah yang penuh cinta, kesabaran, dan keberanian.

Itu adalah bukti nyata bahwa Ibu tidak hanya menjaga si Kecil dari sakit hari ini, tapi juga memberi mereka peluang untuk tumbuh sehat, kuat, dan bebas dari penyakit yang sebenarnya bisa dicegah.
Saatnya Bertindak!
- Cek kartu imunisasi anak hari ini — tandai imunisasi yang sudah dan belum diberikan.
- Jadwalkan kunjungan berikutnya di puskesmas atau fasilitas kesehatan terdekat.
- Ajak keluarga lain untuk melengkapi imunisasi mereka, karena kesehatan adalah perlindungan bersama.
Pertanyaan Umum Seputar Vaksin Wajib
Berikut ini beberapa pertanyaan seputar imunisasi wajib di Indonesia yang seringkali ditanyakan oleh ibu hamil di Indonesia pada umumnya.






