“Mengapa banyak ibu hamil jadi lebih mudah lelah atau sering sakit?”
Kehamilan adalah perjalanan penuh haru yang sering diwarnai kekhawatiran kecil, misalnya:
- “Mengapa saya jadi mudah flu atau sakit tenggorokan?”
- “Kok badan cepat sekali capek, ya?”
- “Apakah janin dalam kandungan aman meski saya sedang tidak sehat?”
Rasanya wajar jika kekhawatiran itu menghantui ibu hamil, apalagi saat perubahan fisik dan hormonal mulai terjadi.
Apa Hubungannya Kekebalan Tubuh dengan Perasaan Lelah dan Sering Sakit?
Selama kehamilan, tubuh melakukan penyesuaian besar terhadap sistem kekebalan.
Ini bukan berarti sistem imun melemah total, melainkan tubuh mengatur ulang perisai alaminya agar:
- Melindungi janin agar tidak dianggap “benda asing” oleh tubuh ibu
- Tetap melawan infeksi ringan dari luar tubuh
Namun, selama sistem imun beradaptasi, kamu bisa menjadi lebih rentan terhadap gejala ringan seperti batuk, pilek, atau mual muntah berkepanjangan, dan ini bukan tanda bahwa kamu lemah, melainkan tanda tubuh sedang bekerja menyesuaikan diri.
Atasi Ketidaknyamanan dengan Pemahaman dan Langkah Tepat
Kuinginsehat.id hadir untuk mendampingimu dengan informasi berbasis penelitian ilmiah dan solusi nyata, seperti:
- Penjelasan mengapa sistem imun ibu hamil berubah-ubah setiap trimester
- Informasi yang menenangkan, bukan menghakimi
- Tips praktis dan aman untuk menjaga imun tanpa membuatmu cemas
️ Kekuatan imunitas yang seimbang akan menjadi pelindung ganda, untuk Ibu dan Janin.
Apa yang akan kamu pelajari dalam artikel Ini?
- Penjelasan ilmiah sederhana tentang bagaimana sistem imun bekerja selama hamil
- Risiko-risiko yang bisa terjadi jika imun tidak optimal
- Tips alami, aman, dan praktis untuk memperkuat daya tahan tubuh
- Tanda-tanda yang perlu diperhatikan, dan kapan harus konsultasi medis
- Mitigasi mitos populer seputar kehamilan dan kekebalan
Kamu tidak perlu merasa sendirian atau bingung. Di sini, kamu mendapat informasi tepercaya, solusi yang bisa dilakukan sendiri.
Apa Itu Kekebalan Tubuh dan Bagaimana Cara Kerjanya Saat Hamil?
Apa itu Kekebalan Tubuh pada Ibu Hamil?
Bayangkan sistem kekebalan tubuh seperti perisai kuat atau penjaga gerbang yang siaga 24 jam. Tugasnya? Menjaga tubuh dari serangan virus, bakteri, dan kuman penyebab penyakit. Tapi saat hamil, perisai ini menjalani misi ganda:
- Melindungi tubuh ibu dari infeksi, dan
- Menjaga agar janin tidak dianggap “musuh” oleh tubuh ibu sendiri
Secara biologis, sistem imun terdiri dari beberapa “pemain kunci” yang bekerja sama menjaga kesehatan:
- Antibodi, Protein pelacak canggih yang mengenali dan menetralisir virus atau bakteri asing.
- Sel T (limfosit T), Seperti tentara elit yang menghancurkan sel terinfeksi atau virus. Ada dua jenis utama:
- Helper T Cells: mengarahkan reaksi imun
- Killer T Cells: menghancurkan musuh
- Makrofag, merupakan “pemulung” sistem imun. Mereka menelan, mencerna, dan membersihkan sel-sel mati serta mikroba.
Ketiga elemen ini bekerja selaras, mendeteksi ancaman, memberi sinyal, lalu menyerang.

Selama kehamilan, mekanisme ini tidak dimatikan. Tapi dimodulasi, dipilih mana yang harus diperkuat, dan mana yang perlu “ditenangkan”.
Perubahan Sistem Imun Selama Kehamilan
Kehamilan bukan hanya soal perubahan fisik, tapi juga soal penyesuaian canggih di dalam sistem imun. Tubuh ibu harus memastikan bahwa janin, yang memiliki DNA setengah dari aya, tidak dianggap sebagai ancaman biologis.
Itulah mengapa sebagian respons imun justru “diturunkan”. Tapi bukan dilemahkan total.
Kondisi Imun Tiap Trimester:
| Trimester | Kondisi Imun | Fungsi & Tujuan |
| Trimester 1 | Fase Adaptasi | Sistem imun mulai menyesuaikan diri serta mengurangi agresivitasnya agar janin bisa bertumbuh dengan baik. |
| Trimester 2 | Fase Seimbang | Kekebalan berusaha stabil, menjaga perlindungan ibu dan janin tanpa menimbulkan reaksi yang berlebihan. |
| Trimester 3 | Fase Siap Bertempur | Sistem imun kembali menguat untuk melindungi ibu dan janin sebelum persalinan, siap terhadap ancaman infeksi. |
Jika sistem imun terlalu aktif → risiko keguguran atau reaksi autoimun meningkat.
Jika terlalu lemah → risiko infeksi berat seperti flu, toksoplasmosis, atau rubella jadi lebih tinggi.

Mengapa Ibu Hamil Rentan Terkena Infeksi?
Kehamilan adalah masa penuh perubahan—tidak hanya secara fisik, tapi juga dari dalam tubuh, termasuk sistem imun. Meski kekebalan tubuh adalah penjaga utama dari penyakit, pada ibu hamil, sistem ini justru mengalami penyesuaian agar janin dapat berkembang dengan aman di dalam rahim.
Tapi, penyesuaian ini juga berarti: tubuh jadi lebih rentan terhadap infeksi. Apa penyebabnya dan seberapa serius dampaknya bagi ibu dan janin?
Penyebab Penurunan Imunitas Saat Hamil
Hormon Progesteron & Estrogen
- Progesteron yang meningkat selama kehamilan melemaskan otot saluran kemih → urine tertahan lebih lama → bakteri berkembang lebih cepat → risiko infeksi saluran kemih (ISK) meningkat.
- Estrogen tinggi dapat meningkatkan risiko infeksi jamur pada area vagina, seperti kandidiasis.
Stres dan Kurang Tidur
- Perubahan fisik, rasa tidak nyaman, hingga overthinking bisa memicu stres kronis.
- Ditambah gangguan tidur → tubuh tidak sempat memulihkan fungsi imunnya.
- Akibatnya, produksi sel imun jadi menurun dan tubuh mudah terserang penyakit ringan seperti flu.
Pola Makan Tidak Optimal
- Mual dan muntah di trimester awal membuat ibu kehilangan nafsu makan.
- Bila dibiarkan, asupan gizi berkurang → kekurangan vitamin, mineral, dan protein penting untuk produksi antibodi dan regenerasi sel imun.
Faktor Lingkungan dan Kebersihan
- Kontak dengan kotoran hewan, tanah, atau makanan mentah bisa menjadi pintu masuk infeksi seperti toksoplasma atau salmonella.
- Oleh karena itu, menjaga kebersihan diri dan makanan menjadi kunci utama pencegahan.

Bahaya Jika Imun Lemah, Bagi Ibu dan Janin
⚠️ Rentan Terhadap Infeksi Ringan hingga Berat
- Flu biasa dapat berlangsung lebih lama dan lebih berat karena imun tidak cukup tanggap.
- Infeksi saluran kemih (ISK) bisa menyebar ke ginjal jika tidak ditangani.
- Infeksi virus seperti Rubella dan parasit seperti Toksoplasma dapat menembus plasenta dan membahayakan janin.
⚠️ Risiko Komplikasi Kehamilan
- Infeksi yang tidak terdeteksi bisa meningkatkan risiko:
- Keguguran
- Kelahiran prematur
- Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR)
- Kondisi ini berdampak jangka panjang pada kesehatan dan tumbuh kembang bayi.
Ibu hamil memang lebih rentan terhadap infeksi. Tapi kabar baiknya, ada banyak cara sederhana untuk mencegahnya: jaga pola makan, kelola stres, tidur cukup, dan tetap aktif bergerak.
Imun yang kuat bukan hanya untuk ibu, tetapi untuk kehidupan kecil yang sedang tumbuh di dalam.
Tips Alami & Aman Meningkatkan Kekebalan Tubuh Saat Hamil
Menjaga daya tahan tubuh selama kehamilan adalah bentuk kasih sayang ibu kepada dirinya sendiri dan janin. Tidak harus rumit, dengan langkah sederhana, kekebalan tubuh bisa diperkuat secara alami dan aman.
1. Pola Makan & Gizi Seimbang
Apa yang Anda makan, akan menentukan seberapa kuat tubuh Anda melindungi si kecil. Nutrisi adalah fondasi utama imunitas selama kehamilan.
Makanan yang mendukung sistem imun ibu hamil:
- Tempe – Protein nabati tinggi, mengandung probiotik alami yang mendukung flora usus, komponen penting dalam sistem imun.
- Telur – Sumber protein lengkap dan mengandung vitamin D alami untuk mendukung kekebalan dan pertumbuhan janin.
- Bayam & sayur hijau – Kaya folat, zat besi, beta-karoten, dan antioksidan yang mendukung produksi sel darah dan sistem imun.
- Jeruk, stroberi, dan buah tinggi vitamin C – Membantu tubuh memproduksi antibodi dan mempercepat pemulihan saat sakit.
- Ikan berlemak (salmon, sarden) – Mengandung omega-3, vitamin D, dan protein berkualitas yang penting untuk imun dan perkembangan otak janin.
Contoh menu harian praktis:
- Sarapan: telur orak-arik + roti gandum + irisan jeruk
- Makan siang: nasi merah + tumis bayam tempe + buah pepaya
- Camilan sore: stroberi segar atau yoghurt
- Makan malam: ikan bakar + sayur rebus + infused water
2. Vitamin, Mineral, dan Suplemen: Mana yang Aman?
Makanan adalah sumber utama nutrisi, tapi suplemen bisa diperlukan bila asupan belum mencukupi.
Nutrisi penting & dosis harian yang direkomendasikan:
| Nutrisi | Dosis Rekomendasi | Manfaat untuk Imun & Janin |
| Asam Folat | 400–600 mcg | Pembentukan sel darah & sistem saraf janin |
| Vitamin C | 85 mg | Produksi antibodi, melindungi dari infeksi |
| Vitamin D | 600 IU (15 mcg) | Fungsi imun & kesehatan tulang |
| Zinc | 11 mg | Aktivasi sel imun dan penyembuhan luka |
Tentang Suplemen & Jamu:
- Suplemen prenatal umumnya aman, tapi hanya dikonsumsi sesuai anjuran dokter.
- Jamu tradisional bisa membantu, namun tidak semua aman untuk ibu hamil.
Perbandingan Jamu vs Suplemen:
| Aspek | Jamu Tradisional | Suplemen Vitamin / Mineral |
| Sumber | Herbal alami, rempah-rempah | Produk medis, dosis terukur |
| Manfaat | Imun booster alami, kadang efek lambat | Efek klinis, target nutrisi spesifik |
| Risiko | Tidak terstandar, potensi kontaminasi, overdosis herbal | Risiko overdosis jika tanpa panduan medis |
| Batas Aman | Hanya jika sudah terverifikasi aman oleh BPOM / dokter | Hanya jika sudah terverifikasi aman oleh BPOM / dokter |
3. Gaya Hidup Penunjang Imunitas
Nutrisi yang baik akan bekerja optimal bila didukung dengan gaya hidup sehat.
Kebiasaan yang membantu memperkuat sistem imun:
- Tidur cukup (≥7 jam), Saat tidur, tubuh melakukan regenerasi sel, termasuk sel imun.
- Olahraga ringan, seperti jalan kaki, yoga hamil, atau senam hamil membantu sirkulasi dan hormon anti-radang alami.
- Kelola stres, meditasi ringan, menulis jurnal kehamilan, atau aktivitas menyenangkan bisa menurunkan hormon kortisol yang melemahkan imun.
- Hidrasi cukup, konsumsi air minum minimal 8 gelas sehari untuk menjaga metabolisme dan fungsi sel imun.
- Self-care is not selfish, merawat diri bukan berarti egois, ini adalah bentuk cinta dan tanggung jawab pada diri sendiri dan bayi yang sedang tumbuh.
Dengan mengatur pola makan seimbang, memilih suplemen yang aman, dan menjalani gaya hidup sehat, ibu hamil dapat memperkuat kekebalan tubuhnya secara alami.
Imun ibu yang kuat = perlindungan terbaik untuk tumbuh kembang janin yang optimal.
Mitos vs Fakta soal Kekebalan Tubuh & Kehamilan
Di era digital, ibu hamil sering dihadapkan pada informasi yang simpang-siur—terutama soal imun tubuh. Tiga mitos berikut ini kerap muncul di forum online, grup ibu hamil, atau media sosial. Mari kita luruskan dengan fakta dari sumber medis terpercaya.
1. ❌ Mitos: “Minum jamu bikin imun kuat otomatis”
✅ Fakta: Tidak semua jamu aman untuk ibu hamil, dan efeknya terhadap kekebalan belum terbukti secara menyeluruh.
Jamu memang mengandung rempah seperti jahe, temulawak, atau kunyit yang bisa memberikan rasa hangat dan mendukung daya tahan. Tapi, tidak semua jamu cocok untuk bumil. Beberapa bahan herbal bisa:
- Menstimulasi kontraksi rahim (risiko keguguran)
- Menimbulkan reaksi alergi
- Berinteraksi dengan obat atau suplemen lain
Menurut Kementerian Kesehatan dan para dokter kandungan, penggunaan jamu saat hamil harus dikonsultasikan terlebih dahulu ke tenaga medis yang memahami riwayat kesehatan Anda.
2. ❌ Mitos: “Ibu hamil nggak boleh vaksin flu”
✅ Fakta: Vaksin flu yang tidak aktif (inactivated influenza vaccine) aman dan dianjurkan untuk bumil.
Organisasi global seperti CDC, ACOG, dan Kemenkes RI merekomendasikan vaksinasi flu selama kehamilan karena manfaatnya jauh lebih besar dibanding risikonya:
- Melindungi ibu dari komplikasi flu berat
- Antibodi dari vaksin akan ditransfer ke janin melalui plasenta
- Memberikan perlindungan pada bayi baru lahir hingga beberapa bulan pertama
Yang tidak disarankan hanya jenis vaksin hidup seperti MMR dan varicella, bukan vaksin flu inaktif.
Referensi:
3. ❌ Mitos: “Kalau sehat terus, nggak perlu cek imun”
✅ Fakta: Pemeriksaan imun selama kehamilan penting, meskipun ibu merasa sehat.
Banyak infeksi atau kekurangan imun tidak menunjukkan gejala yang jelas di awal. Risiko tersembunyi seperti:
- Infeksi TORCH (toksoplasma, rubella, dll.)
- Kekurangan vitamin D, folat, atau zat besi
- Konflik rhesus atau anemia imunologis
Pemeriksaan laboratorium dan konsultasi rutin memungkinkan deteksi dini—yang bisa mencegah komplikasi pada ibu dan janin.
Referensi:
- NHS UK – Vaccinations in Pregnancy
- PubMed – Immune Screening in Pregnancy
- PBKM – Antibody Testing in Pregnancy
Mengenali mitos dan fakta adalah langkah awal menuju keputusan yang bijak selama kehamilan. Bila ragu, jangan mengandalkan asumsi, percayakan kesehatan Anda pada tenaga medis dan sumber terpercaya.
Kesimpulan
Kehamilan adalah perjalanan luar biasa—membawa kebahagiaan yang besar, namun juga tanggung jawab yang tak kalah besar. Salah satu tanggung jawab penting itu adalah menjaga kekebalan tubuh agar tetap optimal. Karena tubuh ibu yang sehat, adalah benteng pertama bagi janin yang sedang tumbuh di dalam rahim.
Perubahan imun selama kehamilan adalah bagian alami dari adaptasi tubuh. Tapi bukan berarti bisa diabaikan. Justru di masa ini, tubuh Ibu membutuhkan dukungan ekstra: makanan bergizi, istirahat cukup, manajemen stres, vitamin yang tepat, dan kebiasaan sehat setiap hari.
Dengan bekal pengetahuan yang tepat dan sikap penuh perhatian terhadap diri sendiri, setiap ibu bisa melewati masa kehamilan dengan lebih kuat dan percaya diri. Tak perlu sempurna—cukup hadir dengan kasih sayang dan kepedulian.
Jika kamu sudah sampai di bagian ini, yakinlah: kamu sedang menjalani kehamilan dengan penuh kesadaran. Dan itu sudah luar biasa!
Pertanyaan Umum Seputar Kekebalan Tubuh saat Hamil
Berikut ini beberapa pertanyaan seputar kekebalan tubuh saat hamil yang seringkali ditanyakan oleh ibu hamil di Indonesia pada umumnya.






